33.1 C
Jakarta
Sabtu, 12 Juni 2021
Beranda Daerah Fenomena Jumlah Pengontrak dan Kecemasan Kabupaten Bekasi di Pemilu...

Fenomena Jumlah Pengontrak dan Kecemasan Kabupaten Bekasi di Pemilu 2019

Rekomendasi

Lainnya

    Luncurkan Integrasi Data Desa dengan e–SAKIP di Sumedang, Mendes: Bisa Dijadikan Contoh Bagi Daerah Lain

    Sumedang, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara...

    Banjir Rendam 13 Desa di Kabupaten Malinau, Waka Komite I DPD RI Fernando Sinaga Kirim Bantuan

    Malinau, desapedia.id – Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Malinau sejak Sabtu (15/5) lalu telah mengakibatkan tiga...

    Angka Kasus Covid-19 di Kecamatan Benda Menurun Drastis sejak Adanya KTJ

    Tangerang, desapedia.id - Keberadaan Posko Kampung Tangguh Jaya (KTJ) terbukti mampu menekan angka kasus Covid-19 di Kecamatan Benda, Kota...

    Ada yang berbeda dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Kalau tadinya pemilu terbagi atas dua, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) dilakukan pada bulan yang terpisah.

    Maka nantinya pada tahun 2019, Pileg dan Pilpres akan dilakukan secara bersamaan, yakni pada 17 April 2019.

    Dengan mekanisme pemilu 2019 tersebut, Kabupaten Bekasi mungkin bisa jadi salah satu daerah yang cukup was-was. Pasalnya, Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri dengan ribuan perusahaan.

    Sedangkan para pekerjanya tak sedikit berasal dari daerah lain. Mereka tinggal di rumah kontrakan dengan identitas KTP dari daerah mereka berasal. Nah, berapa jumlah para pengontrak itu?

    Akankah mereka membuat rancu daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Bekasi dalam Pemilu 2019 mendatang?

    Dalam diskusi sebuah seminar politik yang digelar pengurus DPD Golkar Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu, mungkin bisa jadi jawaban. Atau setidaknya memberi sedikit gambaran.

    Idham Kholik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, mengatakan, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi berdasarkan DAK2 (data agregat kependudukan per kecamatan) sebanyak 2.554.374 orang.

    Tapi jumlah itu mendapat koreksi dari H. Kardin Anggota DPRD Kab. Bekasi dari Partai Golkar. Menurutnya, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi seharusnya lebih banyak dari itu.

    “Bukan 2,5 juta, tapi bisa 3,6 juta, gimana ini?” tanya Kardin kepada Idham dalam sesi diskusi.

    Menanggapi hal tersebut, Idham menjelaskan, pihaknya hanya menerima data dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri.

    “Menurut surat edaran menteri dalam negeri, yang namanya penduduk itu harus ber-KTP elektronik, jadi basisnya adalah KTP elektronik atau yang sudah merekam,” jawab Idham.

    Meski begitu dia tak menampik jika ada informasi yang mengatakan bahwa penduduk Kabupaten Bekasi berjumlah 3,6 juta. Hanya masalahnya, mereka belum tentu memiliki KTP Kabupaten Bekasi.

    Sementara itu, dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi mengkhawatirkan kerancuan hak pilih jika Pileg dan Pilpres dilakukan bersamaan.

    “Jika ada warga luar daerah yang di Bekasi, bisa pindah TPS (tempat pemungutan suara) tidak? Mungkin bisa. Harusnya dia dapat presiden (surat suara pilpresnya) doang dong. Nah, kalau digabung, takutnya dia juga dapat pemilihan DPRD-nya (surat suara Pileg),” ujar Neneng.

    Hal senada juga diungkapkan Sunandar, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar. “Jumlah warga pengontrak [di Kabupaten Bekasi] bisa 1,2 juta, sedangkan pemilu jatuh hari Rabu (17 April 2019), jadi akan sulit rasanya mereka untuk pulang ke kampungnya,” ungkap Sunandar.

    Menjawab kecemasan tersebut, Idham mengatakan, KPU akan mempersulit proses pindah pemilih.

    “Ini menyangkut ketersediaan surat suara cadangan yang hanya 2%, belum lagi dipergunakan untuk yang salah. Karenanya ini akan diatur secara khusus oleh KPU,” ujar Idham.

    Sedangkan untuk warga pengontrak, Idham mengatakan, “Misalnya KTP dari Padang, maka dia harus pulang dulu, harus kembali ke DPT-nya.”

    (red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,894,025
    Kasus Positif
    Updated on 12 June 2021 - 12:35 WIB 12:35 WIB

    Indeks Berita

    DPC LSM Penjara Indonesia Dukung Pelantikan Akhmad Marjuki Jadi...

    Bekasi, desapedia.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Penjara Indonesia) Kabupaten...

    Luar Biasa, Angka Kasus Covid-19 di Kecamatan Benda Terendah...

    Tangerang, desapedia.id - Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Data terbaru Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Tangerang, menyebutkan, Kecamatan...

    Hasil Swab di Posko Polsek Benda Reaktif Covid-19, ART...

    Tangerang, desapedia.id - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EJ (55) yang bekerja di Perumahan Duta Garden kedapatan reaktif Covid-19 saat menjalani tes antigen...

    Rumahnya Dipasangi Stiker, Warga yang Baru Pulang dari Mudik...

    Tangerang, desapedia.id - Warga Kecamatan Benda yang baru pulang dari mudik pada libur Lebaran mendapati rumahnya terpasang stiker yang menandakan bahwa mereka dalam pengawasan Satgas...

    Kapolres Tangerang Kota Ajak Jajarannya Lebih Maksimal dalam Menghadapi...

    Tangerang, desapedia.id - Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Deonijiu de Fatima SIK SH memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar lebih...

    Berita Terkait