29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Nasional Diproyeksikan Rp. 400 Trilun untuk 5 Tahun Kedepan, Dana...

Diproyeksikan Rp. 400 Trilun untuk 5 Tahun Kedepan, Dana Desa Potensial Mencegah Stunting

Rekomendasi

Lainnya

    Di Webinar Nasional Unhan, Prof Djo Usulkan Pilkada Melalui Pemilihan oleh DPRD Selama Masa Pandemi

    Jakarta, desapedia.id – Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah kabupaten/kota dan propinsi tahun ini berada...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak Awal

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah...

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Banjarmasin, desapedia.id – Direktur Pelayanan Sosial Dasar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Bito Wikantosa, sebagaimana juga dilansir disebuah media cetak nasional, menjelaskan pencegahan dan upaya penurunan angka stunting dengan menggunakan Dana Desa yang bersumber dari APBN telah diatur dalam Peraturan Mendes PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

    “Penanganan stunting atau tengkes atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronis jadi prioritas pemakaian dana desa itu”, ujar Bito.

    Menurutnya, selama 5 tahun kedepan total Dana Desa diproyeksikan Rp. 400 triliun, sehingga Dana Desa potensial menekan angka stunting.

    Bito menambahkan, ada 5 paket layanan di desa untuk mencegah stunting, antara lain konseling gizi terpadu, layanan air bersih dan sanitasi. Agar paket tersebut berjalan efektif dan efesien, Kemendes PDTT melakukan pemantauan berkala dengan membentuk Kader Pembangunan Manusia (KPM) di desa untuk mendata ibu hamil dan anak usia kurang dari 2 tahun.

    “Sudah 96,6 persen atau 72.636 desa membentuk KPM. Selain itu, kini sudah ada Forum Rembug Stunting di desa–desa yang membahas stunting”, ungkapnya.

    Penjelasan Bito Wikantosa ini disampaikan saat dirinya hadir sebagai narasumber pada seminar yang merupakan rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional 2020 dengan tema “5W + 1H Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas” pada Sabtu (8/2) lalu di Banjarmasin.  (Red)

     

     

     

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Transparansi Pemdes dan Partisipasi Warga Desa Menjadi Tolak Ukur

    Jakarta, desapedia.id – Pada medio Agustus 2020 lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pernah menuturkan di desapedia.id...

    KLC Rilis Kertas Kebijakan: Memperkuat Perlindungan Hukum Bagi Pekerja...

    Jakarta, desapedia.id - Melalui Pendiri dan Ketua Koalisi Lawan Corona (KLC), Nukila Evanty mengirimkan rilis kepada desapedia.id berupa kertas kebijakan (policy paper) tentang "Memperkuat...

    Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi: Kualitas Petani di Desa...

    Jakarta, desapedia.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengakui, kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa masih...

    Berita Terkait