29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Daerah Dibentuk dari Konsorsium 5 Desa di Bantul, PT. Pasar...

Dibentuk dari Konsorsium 5 Desa di Bantul, PT. Pasar Desa Indonesia Bisa Jadi Rujukan

Rekomendasi

Lainnya

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Rawan Politik Uang, Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Pilkades

    Palangkaraya, desapedia.id – Program keuangan desa menjadi yang terbaik diantara 6 rencana aksi strategis nasional pencegahan korupsi. Bukan hanya itu...

    Bantul, desapedia.id – PT. Pasar Desa Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pada Sabtu (15/8) lalu di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, merupakan perusahaan konsorsium yang melibatkan 5 desa di kabupaten bantul yakni Desa Panggungharjo, Guwosari, Ngestiharjo, Sriharjo dan desa Wirokerten.

    “Saya sangat apresiasi dengan dibentuknya PT. Pasar Desa Indonesia di Kabupaten Bantul. Sebuah PT konsorsium berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan berbagai varian. Misalnya di Guwosari untuk ketahanan pangan, di Panggungharjo beda lagi dan desa lainnya beda lagi,” kata Menteri Desa usai meresmikan.

    Menurutnya, pembentukan PT konsorsium dengan melibatkan 5 pemerintahan desa ini merupakan suatu model yang sangat menarik yang nantinya akan menjadi salah satu rujukan atau acuan pembangunan desa di Indonesia.

    “Jadi, kita akan kumpulkan desa-desa yang memiliki model yang menarik. Misalnya di yogya ada model seperti PT Pasar Desa Indonesia, lalu dijateng ada model lain lagi, dan sejumlah provinsi atau kabupaten lainnya memiliki model berbeda lagi. Nanti, kita satukan dalam satu platform sehingga semua desa di Indonesia punya referensi model pembangunan desa,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

    Platform digital menurut Menteri Desa Abdul Halim ini sangat bermanfaat bagi desa karena bisa mempercepat peningkatan ekonomi didesa dan mensejahterakan masyarakat desa.

    “Jadi, Platform digital nanti kita perbanyak dengan produk-produk lokal desa, kreasi-kreasi warga desa sehingga nyambung dengan kebutuhan didesa. Kita berharap terjadinya percepatan kesejahteraan masyarakat diwilayah-wilayah yang memanfaatkan platform digital bisa terwujud,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

    Sementara itu, Kepala Desa Panggungharjo yang juga menjabat sebagai komisaris utama PT Pasar Desa Indonesia Wahyudi Anggoro Hadi menyampaikan bahwa pendirian PT konsorsium lima desa tersebut dalam rangka untuk mitigasi atau mengurangi resiko terkait dampak ekonomi yang dirasakan oleh warga desa dan dalam rangka penguatan ekonomi didesa.

    “Dari PT Pasar Desa Indonesia ini, kita sudah menggagas satu platform yang kita sebut pasardesa.id. Prinsipnya kita mempertemukan barang-barang persediaan yang ada di toko atau warung yang ada dilima desa dengan sebagian warga desa lain yang masih mempunyai cukup daya beli,” katanya.

    Platform pasardesa.id, kata Wahyudi, telah memiliki omzet penjualan mencapai Rp 960 juta sejak 13 April lalu. Omzet tersebut berasal dari 4 ribu transaksi dengan produk sebanyak 3.800 produk dari lima desa. Produk-produk tersebut berasal dari 157 toko atau warung yang tersebar di lima desa.

    “Dengan dibentuknya PT Pasar Desa Indonesia dengan menggagas Platform pasardesa.id, Harapannya cadangan ekonomi yang sudah tipis itu dapat memperkuat perekonomian di lima desa,” katanya. (Red)

    Berikut foto-foto PT Pasar Desa Indonesia saat diresmikan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Berbekal Laporan dari Inspektorat Daerah, Polri dan Kejaksaan Tangkap...

    Jakarta, desapedia.id – Korupsi Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) masih saja terus terjadi...

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri yang digelar pada Rabu (2/9)...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Transparansi Pemdes dan Partisipasi Warga Desa Menjadi Tolak Ukur

    Jakarta, desapedia.id – Pada medio Agustus 2020 lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pernah menuturkan di desapedia.id...

    Puskesmas Setu I Tes Swab 230 Orang dengan Risiko...

    Bekasi, desapedia.id - UPT Puskesmas Setu I melakukan tes swab terhadap 230 orang yang rentan terpapar virus Corona atau Covid-19. Pemeriksaan diprioritaskan terhadap warga...

    Berita Terkait