32.1 C
Jakarta
Senin, 25 Januari 2021
Beranda Daerah Desa Tangguh Bencana Diperlukan untuk Membangun 7 Obyek Ketangguhan

Desa Tangguh Bencana Diperlukan untuk Membangun 7 Obyek Ketangguhan

Rekomendasi

Lainnya

    PSM Desa Ciledug Bantu Pengobatan Seorang Lansia yang Terlantar

    Bekasi, desapedia.id - Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Ciledug membantu Nawawi (75) untuk berobat ke Rumah Sakit Kartika Husada...

    Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Silaturahmi ke Ponpes Nuu Waar Papua

    Bekasi, desapedia.id - Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Kav. Tofan Trianggoro mengunjungi Pondok Pesantren Nuu Warr Papua yang berlokasi...

    Ketum PP PPDI: Terima Kasih Presiden Jokowi, Telah Memenuhi Permintaan Perangkat Desa 

    Jakarta, desapedia.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Mujito mengucapkan terima kasih kepada pemerintah...

    Palu, desapedia.id – Membangun kembali daerah atau desa terdampak bencana menjadi lebih baik dan lebih aman dengan berbasiskan komunitas menjadi latar belakang perlunya kehadiran Desa Tangguh Bencana.

    Karena itu, Desa Tangguh Bencana atau Destana sangatlah diperlukan kehadirannya untuk membangun 7 obyek ketangguhana dalam melakukan pencegahan bencana.

    Ketujuh obyek tersebut antara lain rumah tangga, sekolah atau madrasah, puskesmas, pasar, tempat ibadah, kantor dan sarana prasarana umum. Literasi kebencanaan sesungguhnya perlu terus diperkuat terhadap ketujuh obyek ketangguhan ini terutama untuk generasi mendatang.

    Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan yang tampil sebagai Pembicara pada Webinar yang bertemakan “Desa Tangguh Bencana, Merekonstruksi Desa Berbasis Komunitas Pengalaman Desa Lemusa Kabupaten Parigi Moutong dan Desa Toaya Kabupaten Donggala” pada Selasa (29/9). Webinar ini dipandu oleh Neni Muhidin, Pegiat Literasi dan Pendiri Nemu Baku di Palu, Sulteng.

    Lilik Kurniawan mengatakan, ketahanan bencana harus mulai dari keluarga, baru kemudian membangun ketujuh obyek ketangguhan tersebut.

    Menanggapi kedua buku yang diterbitkan oleh Desa Lamusa dan Desa Toaya yang membagi pengalaman dan sejarahnya dalam menghadapi bencana, Lilik menjelaskan, kedua buku ini akan menjadi literasi kebencanaan di kedua desa tersebut dan dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya yang juga pernah menghadapi berbagai bencana untuk ditulis dalam sebuah buku. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    989,262
    Kasus Positif
    Updated on 25 January 2021 - 13:53 WIB 13:53 WIB

    Indeks Berita

    Pemerintah Didesak Lebih Gencar Sosialisasikan Vaksinasi Covid–19 kepada Warga...

    Jakarta, desapedia.id – Kajian Desa bareng Iwan atau KADES IWAN yang tayang secara langsung di TV Desa pada Selasa...

    Aceh Tenggara Siapkan Lokasi Lumbung Pangan Presiden Jokowi

    Jakarta, desapedia.id – Kabupaten Aceh Tenggara yang terletak diantara pegunungan dan lembah Bukit Barisan selama ini terkenal subur dan telah menjadi sentra pertanian khususnya...

    Warga Desa Lebih Mendukung Vaksinasi Covid–19, Sudah Semestinya Kades...

    Jakarta, desapedia.id – kegiatan vaksinasi Covid–19 dibeberapa provinsi di Indonesia sudah akan dimulai pada pertengahan bulan Januari 2021 ini. Vaksinasi tahap pertama akan dimulai...

    Catatan Akhir Tahun SOKSI soal BUMDes, Soroti Pendirian yang...

    Jakarta, desapedia.id –  Posisi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setelah lahirnya Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 ini semakin luar biasa dan menjadi...

    Resmikan Aplikasi Subang Smart Desa dan Kelurahan, Wamendes: Gunakan...

    Subang, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, PDT & Transmigrasi Budi Arie Setiadi kembali melakukan kunjungan ke daerah. Kali ini kunjungan dipusatkan di Kabupaten Subang,...

    Berita Terkait