28.9 C
Jakarta
Senin, 19 Oktober 2020
Beranda Daerah Desa Tangguh Bencana Diperlukan untuk Membangun 7 Obyek Ketangguhan

Desa Tangguh Bencana Diperlukan untuk Membangun 7 Obyek Ketangguhan

Rekomendasi

Lainnya

    Melalui SDGs Desa, Semua Program Pemerintah Akan Tepat Sasaran

    Makassar, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menjelaskan, selama ini banyak...

    Tingkatkan Pelayanan dan Pengembangan Potensi Desa, Digides Beri Layanan Gratis 

    Jakarta, desapedia.id – Digides atau Digital Desa dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi desapedia.id pada Selasa (13/10), menjelaskan, desa ...

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Palu, desapedia.id – Membangun kembali daerah atau desa terdampak bencana menjadi lebih baik dan lebih aman dengan berbasiskan komunitas menjadi latar belakang perlunya kehadiran Desa Tangguh Bencana.

    Karena itu, Desa Tangguh Bencana atau Destana sangatlah diperlukan kehadirannya untuk membangun 7 obyek ketangguhana dalam melakukan pencegahan bencana.

    Ketujuh obyek tersebut antara lain rumah tangga, sekolah atau madrasah, puskesmas, pasar, tempat ibadah, kantor dan sarana prasarana umum. Literasi kebencanaan sesungguhnya perlu terus diperkuat terhadap ketujuh obyek ketangguhan ini terutama untuk generasi mendatang.

    Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan yang tampil sebagai Pembicara pada Webinar yang bertemakan “Desa Tangguh Bencana, Merekonstruksi Desa Berbasis Komunitas Pengalaman Desa Lemusa Kabupaten Parigi Moutong dan Desa Toaya Kabupaten Donggala” pada Selasa (29/9). Webinar ini dipandu oleh Neni Muhidin, Pegiat Literasi dan Pendiri Nemu Baku di Palu, Sulteng.

    Lilik Kurniawan mengatakan, ketahanan bencana harus mulai dari keluarga, baru kemudian membangun ketujuh obyek ketangguhan tersebut.

    Menanggapi kedua buku yang diterbitkan oleh Desa Lamusa dan Desa Toaya yang membagi pengalaman dan sejarahnya dalam menghadapi bencana, Lilik menjelaskan, kedua buku ini akan menjadi literasi kebencanaan di kedua desa tersebut dan dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya yang juga pernah menghadapi berbagai bencana untuk ditulis dalam sebuah buku. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    361,867
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Ini 4 Model Desa Digital yang Jadi Skala Prioritas...

    Jakarta, desapedia.id – Program Prioritas Nasional sesuai dengan kewenangan desa adalah yaitu pendataan desa, pemetaan sumberdaya dan pengembangan teknologi...

    Peraturan Pemerintah Tentang BUMDes Turunan UU Cipta Kerja Disiapkan

    Jakarta, desapedia.id – Sebagaimana pada pemberitaan desapedia.id sebelumnya, Kemendes PDTT melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa UU...

    Ini Rekomendasi UCLG ASPAC untuk Memperkuat Pelaksanaan SDGs Desa

    Jakarta, desapedia.id – Sekretaris Jenderal United Cities and Local Government wilayah Asia Pasifik (UCLG ASPAC), Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi yang hadir sebagai narasumber pada...

    UU Cipta Kerja Untungkan Masyarakat Desa

    Jakarta, desapedia.id - Pengesahan Rancangan Undang–Undang Cipta Kerja menjadi Undang–Undang telah memiliki banyak catatan. Namun demikian, Pemerintah tetap memandang pemberlakukan UU Cipta Kerja ini...

    Kemensos Bantu Anak Penyintas Disabilitas Ganda di Desa Lubangbuaya

    Bekasi, desapedia.id - Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyerahkan bantuan kepada Zayyan Faiq Ubaidillah (5), seorang penyintas disabilitas ganda yang disebabkan rubella...

    Berita Terkait