Desapedia

Dana Desa Telat Cair, Mendes Tanyakan ke Bupati Demak

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak (desapedia.id)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mempertanyakan kepada pihak pemerintah kabupaten yang masih terlambat dalam mencairkan dana desa.

“Pak Jokowi (Presiden RI, Joko Widodo) memerintahkan bahwa dana desa pada bulan Januari sudah harus dicairkan ke masing-masing desa. Kenapa masih ada keterlambatan?” tanya Mendes di Stadion Pancasila, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jum’at (1/6/2018), saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak, dalam rangkaian acara Jelajah Desa Ramadhan.

Dia juga menyayangkan soal keterlambatan pencairan dana desa di Kabupaten Demak. Padahal, menurut Eko, desa-desa yang ada di Kabupaten Demak sudah menggunakan aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes). “Desa hanya tinggal entri, dan report-nya bisa keluar sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Eko menegaskan, dirinya akan melakukan pengecekan langsung ke kepala desa. “Nanti kita lihat berapa angka nominal dana desa yang belum dicairkan. Untuk dana desa tahap pertama dan kedua akan dicairkan secara berbarengan, karena tahap pertama merupakan dana talangan tahap dua,” jelasnya.

Di samping itu, Mendes juga membahas tentang produk unggulan kawasan pedesaan atau Prukades. “Kenapa belum ada Prukades di kabupaten yang cukup potensial ini,” tanya Mendes menyinggung Kabupaten Demak.

Meski begitu, Eko menyambut baik janji Bupati Demak, H. M. Natzir yang akan memberikan beberapa produk unggulan Kabupaten Demak, seperti buah-buahan, beras, jagung dan udang.

“Demak supaya lebih fokus pada produk unggulannya, dan nanti akan diintegrasikan pada kementerian lain, dunia usaha dan perbankan, seperti di daerah lainnya, supaya ada kepastian harga ke masyarakat petani dan nelayan,” terang Eko.

Selain itu, Eko mengatakan, program Akademi Desa yang juga merupakan program Kemendes akan segera dilaksanakan di desa-desa se-Jawa Tengah. “Saat ini program Akademi Desa baru terbatas modul saja. Kami akan melakukan kerjasama dengan dunia usaha sehingga modul kewirausahaan juga akan masuk sesuai dengan karakter dari desa pada masing-masing kabupaten,” paparnya.

Dia menambahkan, “Siapapun boleh ikut, bahkan kalau teman teman media mau ikut silahkan, nanti akan dibuatkan sertifikasinya (sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP).”

Terakhir, Eko mengajak untuk mendata desa yang memiliki proyektor agar dapat menerima bantuan parabola. Sebab, Kemendes telah bekerjasama dengan ormas ProJokowi (ProJo) untuk membuat program nonton bareng Piala Dunia di semua pelosok desa.

“Syukur syukur (nonton bareng Piala Dunia di desa) bisa dapat rekor Muri atau guiness book of record,” harap Eko. (Indah)

Redaksi Desapedia