Desapedia

BPD Ciledug, Bekasi: Sinergis Tapi Tetap Kritis

Sarobi, Anggota Ciledug Periode 2018-2024 (kiri) -desapedia.id

Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciledug periode 2018-2024 telah selesai dilaksanakan pada Minggu (1/7/2018) lalu. Dari hasil pemilihan tersebut, terpilih sembilan anggota BPD.

Yang menarik, delapan dari sembilan kursi BPD Ciledug diisi oleh kalangan muda. Tak hanya itu, enam dari sembilan anggotanya menggondol ijazah sarjana. “Jiwa muda, semangat muda, dan siap membangun desa,” ujar Sarobi, salah satu anggota BPD Ciledug yang minggu lalu saat pemilihan berhasil memperoleh raihan suara terbanyak.

BPD, lanjutnya, merupakan mitra pemerintah desa yang memiliki peranan strategis. Diantaranya, melakukan pengawasan pelaksanaan pemerintahan desa, serta menampung aspirasi masyarakat desa terkait dengan pelayanan dan pelaksanaan pembangunan di desa.

“Kami sebagai BPD menampung dan mendorong aspirasi warga baik dalam hal infrastruktur fisik, maupun non fisik,” kata Robi, begitu ia biasa disapa.

Karena itu, dia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah desa yang dalam hal ini dipimpin oleh seorang kepala desa.

Sarobi, Anggota Ciledug Periode 2018-2024 (DESAPEDIA)

Meski begitu, anggota BPD Ciledug akan memantau jalannya pemerintahan desa, dan tidak akan diam serta tetap kritis jika ada penyimpangan. “Sinergis, tapi kami tetap kritis. Maksudnya, kami akan bersinergi, tapi akan tetap mengkritisi pemerintah desa jika memang melakukan kesalahan,” tegas pria kelahiran 1986 ini kepada desapedia.id, Sabtu (7/7/2018).

Intinya, ayah dari satu orang putri ini mengatakan, “Jika salah bilang salah, jika benar bilang benar. Ini komitmen kami.”

Di samping itu, Robi bilang, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Pendamping Desa untuk membangun Desa Ciledug. “Mereka (Pendamping Desa) adalah teman-teman saya, dan saya yakin akan terjalin kerjasama yang baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Sarjana Teknik Informatika ini, menilai, pembangunan infrastruktur jalan di Desa Ciledug sudah memuaskan. Hanya saja, untuk pembangunan saluran air (drainase/selokan), penerangan jalan, dan fasilitas umum lainnya belum cukup maksimal. “Kekurangan itu akan kami dorong sehingga dapat direalisasikan pembangunannya.”

Tak kalah penting, Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Mitra Karya (STMIK Mikar) Bekasi ini, mengatakan, akan mendorong bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM).

“Harus terus digali potensi UMKM Desa Ciledug. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengangkat ekonomi masyarakat, dan mudah-mudahan produk yang dihasilkan akan lebih dikenal oleh masyarakat luas,” tutup Robi. (Nur Pulo)

Redaksi Desapedia