Desapedia

Apdesi Minta Mendes Turun Tangan Selesaikan Kasus Kades Munirwan

Ketua DPD Apdesi Provinsi Aceh, Muksalmina Asgara. (Dok)

Banda Aceh, desapedia.id – Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia (Apdesi) meminta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo untuk membantu permasalahan yang dihadapi Munirwan, Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara yang kini ditahan Polda Aceh.

“Untuk menghindari kontra produktifnya upaya pemerintah memandirikan ekonomi desa melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara, kami dari DPD Apdesi Aceh sangat mengharapkan Bapak Eko selaku Menteri Desa PDTT segera turun tangan, dan memproses penangguhan penahanan (Munirwan),” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Apdesi Provinsi Aceh, Muksalmina Asgara kepada Desapedia.id, Jum’at (26/7/2019).

Jika hal ini tidak dilakukan, lanjut Muksal, maka akan sangat berat mendorong pemerintah desa di Aceh untuk aktif dalam pengembangan BUMDes-nya. “Karena mereka akan takut setelah maju hanya akan menjadi bencana,” tegas Muksal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Aceh menahan Munirwan setelah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (23/7/2019).

Penahanan Munirwan terkait dugaan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan (memperdagangkan) secara komersil benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietasnya dan belum disertifikasi (berlabel).

Kasus itu diadukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Selama ini Munirwan sudah berhasil mengembangkan padi jenis IF8 di daerahnya dengan hasil melimpah setiap kali panen.

Bahkan, dengan inovasinya Desa Meunasah Rayeuk terpilih menjadi juara II Nasional Inovasi Desa yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Karena keberhasilan itu, permintaan masyarakat terhadap bibit tersebut menjadi banyak.

Sehingga Desa Meunasah Rayeuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah dalam melakukan jual beli bibit tersebut.

Namun tiba-tiba Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan Munirwan dengan delik aduan telah mengomersilkan benih padi jenis IF8 yang belum berlabel. (Red)

Redaksi Desapedia

Tambahkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.