30.2 C
Jakarta
Kamis, 16 Juli 2020
Beranda Daerah Ada Indikasi Korupsi Dana Desa Sebesar Rp. 4,2 Miliar...

Ada Indikasi Korupsi Dana Desa Sebesar Rp. 4,2 Miliar di 5 Kabupaten, Ini Tanggapan Apdesi Papua

Rekomendasi

Lainnya

    DPN PPDI Sesalkan Pemecatan 11 Perangkat Desa Sabajaya

    Jakarta, desapedia.id - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menyesalkan pemecatan terhadap sebelas Perangkat Desa Sabajaya,...

    9 Mantan Kades Berhasil Lolos ke DPRD Kabupaten Nias

    Gido, desapedia.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias resmi menetapkan 25 orang calon legislatif terpilih hasil pemilihan legislatif...

    Cerita Pendamping Desa di Purbalingga Mengawal Validasi Penerima BLT Dana Desa Melalui Musdesus

    Purbalingga, Desapedia.id – Musyawarah Desa (Musdes) adalah forum permusyawaratan tertinggi di tingkat desa. Musdes sebagai forum yang mempertemukan seluruh...

    Jayapura, desapedia.id – Terkait indikasi Korupsi Dana Desa Sebesar Rp. 4,2 Miliar di 5 Kabupaten sepanjang tahun 2019 lalu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Papua, Petrus Rumere meminta aparat penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan untuk segera menyelidiki dan menindaklanjuti ke ranah hukum.

    Menurut Petrus, korupsi dana desa yang berulang–ulang terjadi setiap tahun di Papua harus diakhiri.

    “Maka kami dari Apdesi Provinsi Papua meminta hukuman yang membuat efek jera bagi Kepala Desa dan perangkat desa agar korupsi dana desa tidak terulang kembali di tahun–tahun berikutnya”, tegas Petrus.

    Petrus menambahkan, korupsi dana desa yang terus terjadi di Papua harus diakhiri agar tujuan kebijakan dana desa yaitu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat desa dapat tercapai.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua kini tengah menangani lima kasus dugaan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2019. Penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp 4,2 miliar.

    “Kelima kabupaten tersebut antara lain Merauke, Asmat, Jayapura, Nabire, dan Keerom”, ujar Direktur Reskrimsus Polda Papua, Komisaris Besar Ricko Taruna.

    Penyalahgunaan dana desa terbesar di antara lima daerah tersebut, lanjut Ricko, ada pada Kabupaten Merauke dengan nilai Rp 1.820.195.295, disusul Kabupaten Asmat Rp 1.262.975.650, Kabupaten Jayapura Rp. 764.403.592, kemudian Kabupaten Nabire Rp 337.927.000, dan Kabupaten Keerom Rp 70.000.000.  (Red)

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    80,094
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Penjelasan Kemendes PDTT Soal Dugaan Penyelewengan BLT Dana Desa...

    Jakarta, desapedia.id – Mekanisme penyelesaian persoalan dalam proses penyaluran Dana Desa telah dibuat oleh Kemendes PDTT, yaitu melalui call...

    Hasil Sidak Penyaluran BLT Dana Desa di Banten: Pemkab...

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari...

    Pemkab Landak Mulai Salurkan BLT Dana Desa

    Landak, desapedia.id – Pemerintah Kabupaten Landak mulai melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai  Dana Desa (BLT DD) sebesar Rp 600 ribu/KK. Acara pelaunchingan BLT dilakukan...

    Regulasi Terlambat, Separuh dari 224 Desa di Purbalingga Belum...

    Purbalingga, desapedia.id – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa merupakan salah satu kegiatan prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 yang diperuntukan bagi penduduk miskin...

    Menjadi Provinsi dengan Penyaluran BLT Dana Desa Paling Rendah,...

    Palangka Raya, desapedia.id – Berdasarkan catatan perkembangan proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang dimiliki Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi...

    Berita Terkait