31.3 C
Jakarta
Jumat, 16 April 2021
Beranda Nasional 60 Persen Pengurus BUMDes Hanya Lulusan SMA

60 Persen Pengurus BUMDes Hanya Lulusan SMA

Rekomendasi

Lainnya

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro Eko Yunanto

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan...

    Beromzet Hingga Rp274 Miliar, Wamendes Budi Arie Minta Ratusan BUMDes di Bali Ambil Bagian Pulihkan Ekonomi

    Jakarta, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengatakan, Provinsi Bali...

    Jalan-jalan Dapat Hadiah? Yuk, Ikutan Lomba Foto Desa Wisata

    Jakarta, desapedia.id - alan-jalan alias piknik terus dapat hadiah? Pasti mau, dong! Nah, ikuti lomba foto desa wisata yang...

    Jakarta, desapedia.id – Ditengah pekan ini (16/2), Kementerian Dalam negeri merilis data tentang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh pengurus Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

    Dalam materi konferensi pers Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar disebutkan sebanyak 7,54 persen  pengurus BUMDes berpendidikan S2, kemudian 30,31 persen berpendidikan S1.

    Masih menurut data yang dirilis tahun 2021 tersebut, sebanyak 60,91 persen pengurus BUMDes berpendidikanSMA dan 7,54 persen berpendidikan SMP.

    Dengan kondisi tersebut dan mengingat tantangan besar yang akan dihadapi oleh BUMDes, Mendes PDTT Abdul Halim mengeluarkan kebijakan tentang afirmasi pengalaman dan prestasi bagi pengurus BUMDes sebagai pengganti kuliah untuk meraih gelar sarjana. Kebijakan ini juga berlaku bagi kepala desa, perangkat desa dan pendamping desa.

    Kebijakan Mendes PDTT ini juga sudah diperkuat oleh Kesepatakan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Mendagri dan Mendikbud. Kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana sesuai program studi ini akan disediakan oleh berbagai perguruan tinggi yang telah tergabung dalam Forum Pertides atau Perguruan Tinggi untuk Desa. Rencananya, model kuliah yang akan mengusung Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ini akan dimulai pada Agustus 2021.

    RPL merupakan model belajar yang berbasis pada pengalaman dan prestasi dihitung sebagai SKS atau sistem kredit semester. Sedangkan nilai pengalihan kompetensi dari pengalaman atau prestasi tokoh desa menjadi learning outcome (LO) yang diterapkan pada SKS sesuai yang disediakan Pertides. (Red)

     

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,594,722
    Kasus Positif
    Updated on 16 April 2021 - 19:13 WIB 19:13 WIB

    Indeks Berita

    Berantas Mafia Tanah dan Redistribusi Lahan, AWI Usulkan Kementerian...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam siaran persnya yang diterima desapedia.id pada Jumat (2/4) lalu, Koordinator Agraria Watch Indonesia (AWI), Ganda...

    Ini Saran Dr. Sutoro Eko untuk DPD RI yang...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam sebuah kesempatan di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar oleh Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)...

    Dihadiri Waka Komite I DPD RI, Wamen ATR/BPN Berjanji...

    Kutai Kertanegara, desapedia.id – Dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra bersama Wakil Ketua Komite I DPD...

    Wamendes Budi Arie Soroti Kebijakan Mudik Tahun 2021

    Cisarua, desapedia.id - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menutup secara resmi Rapat Sinkronisasi Kegiatan Kementerian/Lembaga Kemendes...

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan UU Nomor 6 Tahun 2014...

    Berita Terkait